Bagaimana Lulus CISA?

Saya dua kali ngambil ujian baru lulus, tahun 2004 dan 2005. Ngambil pertama, baru kenal apa itu CISA dan ISACA. Saat itu lagi ada kerjaan di salah satu perusahaan, dosen saya ngebawain satu buku yang beliau bawa dari jepang: CISA Preparation (saya lupa ini yg ngarang siapa). Bukunya tipis, bukan buku resmi ISACA (saya tak tahu bahwa ternyata ada buku manual resminya), tanpa didukung kumpulan soal sama sekali. Waktu itu ada kerjaan audit ERP dengan waktu yang sangat ketat, masih beginner jadi nabrak sana sini untuk buat metodologinya. Sampai 1 hari menjelang tes, belum satu bab pun selesai dibaca, apalagi ngerjain soalnya. Dan tibalah hari ujian, dengan pesimisme tinggi nekatlah ikut ujian. Gile… soalnya aneh, benar2 perlu analisa mendalam. Hanya soal2 terkait dengan pengembangan sistem saja yg sepertinye bisa ditembak. Yg lain, ya ditembak dengan bidikan yang tak jelas. :) Satu bulan kemudian ada pengumuman: TAK LULUS, nilai cuma 69 dari minimal 75.

Tahun berikutnya ngambil lagi, alhamdulillah lulus. Kemarin sore dapat sms dari salah satu temen yg akhir tahun lalu minta saya ngebantu ngisi sesi CISA Preparation buat 6 orang dari salah satu lembaga tinggi negara. Hebat, dari 6 yg ikut, 4 ngabari lulus ujian desember kemarin. First Trial!! Semoga yg 2 lagi juga lulus. Hebatlah…. dibandingkan saya tentunya. :)

Berikut ini adalah bbrp kunci yg menurut saya bisa membantu lulus CISA:

  1. Mempunyai sense yang memadai – Karena hampir semua soalnya merupakan analisa mendalam, maka sense di sini diperlukan. Dalam banyak kasus soal, bisa jadi semua jawaban benar: mana yg paling benar/tepat, mana yang pertama kali dilakukan, mana yang paling tepat risikonya?? Mungkin inilah mengapa selain harus lulus ujian, CISA hanya dpt diberikan kepada orang yg sudah pengalaman 5 tahun (ada waivernya untuk bbrp klausul).
  2. Beli manual yang resmi, ulangi dan ulangi bacanya – Sampai saat ini, panduan ujian CISA terbaik menurut saya adalah manual resmi yang dikeluarkan tiap tahun oleh ISACA. Kalau punya dana terbatas, ini prioritas pertama yg harus dibeli. Saya tak pernah bisa tamatkan buku manual ini, bahkan di ujian kedua saya. Tapi ini contoh jelek, contohlah tips orang-orang india yang punya metrik: minimal khatam 2x. Mungkin karena itulah orang2 india itu skornya tinggi-tinggi.
  3. Perkaya literatur – Biasanya di setiap bab manual ada bahan-bahan tambahan yang disarankan untuk dibaca sebagai tambahan. Pengalaman saya, ini mayoritas bisa terpenuhi dengan googling. Jadi sebaiknya luangkan waktu untuk nyari materi tambahan ini.
  4. Latihan dan latihan soal – Selanjutnya adalah mengerjakan semua latihan soal yang ada di buku manual. Itu minimal sekali, baiknya usahain untuk dapat kumpulan latihan soal yang dikeluarkan oleh ISACA setiap tahunnya. Ribuan soal di dalamnya akan sangat membantu dalam mempertajam sense.Jangan berharap seperti UMPTN/SPMB bahwa soal-soal yang ada di situ akan keluar lagi, itu kemungkinanya sangat-sangat kecil. Yg penting adalah kita mengenal polanya, itu kuncinya. Karena itu jangan hapalkan jawabannya, tapi pelajari isi dari setiap soal. Bisa jadi nanti akan dibolak-balik, atau cara pandang sebuah soal terhadap satu kondisi akan sama, cuma kasusnya berbeda.

Apakah perlu ikutan Bimbel CISA? Kalau punya uang dan waktu yang terbatas untuk mereview manual, mungkin itu bisa jadi alternatif. Tapi tak ikut pun tak apa-apa. Bimbel CISA cuma dua yang dibahas: Manual CISA resmi dari ISACA (ini ada ppt bawaan dari ISACA) dan soal-soal dari ISACA. Try out bimbel itu mayoritas hanya ngambil dari soal-soal yang dikeluarkan ISACA. Kalau Anda bisa spend waktu sendiri secara disiplin, belajar sendiri tak apa-apa. Mau ikut bimbel atau belajar sendiri, kunci berikutnya adalah:

Membuat program persiapan pribadi & rajin nyicil belajar

Rasanya itu saja, plus nanti kalau mau ujian harus siapin fisik dengan baik: sarapan yang berkualitas dan tidur cukup malam sebelumnya; karena ujiannya cukup lama: 4 jam ujian + 1 jam persiapan ndengerin “pembawa acara” bule yang kadang sangat cerewet :)

 

Basuki Rahmad

Rahmat Mulyana

About Rahmat Mulyana

Rahmat memiliki pengalaman profesional lebih dari 18 tahun. Ia berpengalaman dalam melaksanakan IT Audit & Assurance serta memberikan konsultasi di bidang IT Governance & Management, Strategic dan IT Planning & Architecting, Business Continuity & Disaster Recovery serta Supervisi Implementasi TI. Ia pernah merintis dan mengelola IT Service Center ITB (ComLabs) pada tahun 2000-2007 lalu bersama tim mendirikan dan mengelola PT. Transforma. Selain itu ia juga merupakan dosen professional dan fasilitator berbagai lembaga edukasi dan merupakan member aktif asosiasi profesi seperti ISACA, PMI, IIA, IASA dan AIS, anggota working group penyusunan SNI ISO Tata Kelola dan Layanan TI serta reviewer penyusunan SKKNI EA. Selain itu saat ini ia volunteering sebagai Government & Regulatory Advocacy SC1 ISACA International, Vice President ISACA Chapter Indonesia dan Branch Director di PMI Indonesia Chapter. Sedangkan sebelumnya pernah menjabat sebagai Relations Director di ISACA Indonesia (2014).